'Innocence of Muslims Picu Benturan Peradaban'

Yogyakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan gelombang protes yang terjadi di banyak negara terhadap kehadiran film Innocence of Muslims adalah bentuk benturan peradaban (clash of civilization).

"Demonstrasi itu (muncul) karena tidak ada dialog (antar peradaban)," katanya usai menghadiri pembukaan Asia Europe Meeting Culture Ministers Meeting ke-5 di Yogyakarta, Selasa 18 September 2012.

Dihadiri 120 delegasi dari 35 negara Asia dan Eropa, satu di antara empat agenda pembahasan dalam pertemuan tingkat Menteri itu adalah menjadikan budaya sebagai jembatan antar peradaban manusia. M.Nuh mengatakan, masing-masing negara peserta ASEM-CMM mewakili sebuah peradaban besar, termasuk peradaban yang berbasis pada Agama.

Eropa, sambung dia, mewakili peradaban berbasis Nasrani, sementara Asia berbasis Islam, Hindu, Budha, dan Konghucu. Dengan jumlah penduduk di Asia dan Eropa mencapai 4 miliar, dari total penduduk bumi 7 miliar, forum ini penting untuk menjembatani dialog antar peradaban. "(Sehingga) efektif untuk menyelesaikan konflik," katanya.

Menurut dia, aliran peradaban terbagi menjadi tiga jenis. Pertama, dominasi peradaban yang lebih besar terhadap peradaban lainnya. Hasilnya, peradaban yang lebih besar mencaplok peradaban yang lebih kecil. Yang kedua benturan peradaban dan yang ketiga adalah stabisilisasi peradaban.

Ia menyayangkan kehadiran film itu dan mempertanyakan kenapa produser justru membuat film yang memicu kemarahan banyak orang. "Itu (film) kurang gawe (kurang kerjaan),"katanya.

Nuh juga menilai film itu tidak kreatif. Manusia hidup dalam peradaban yang global. Apa yang dilakukan di satu belahan bumi bisa berpengaruh pada orang-orang di belahan yang lain. "(Memproduksi) film tentang kodok kan bisa," sahutnya.

Duta Besar Siprus Nicos Panayi mengatakan ASEM-CMM merupakan forum pertemuan yang sangat penting untuk mendialogkan antar peradaban. Karena itu, ia berpendapat, bahwa hasil pertemuan tak hanya berlangsung di tingkat pemerintahan saja. Tapi bisa disosialisasikan dan disebarkan hingga berbagai komunitas di negara masing-masing, termasuk komunitas antar agama.


sumber : Yahoo news

{ 0 komentar }

Poskan Komentar