Mendikbud: Indonesia Berkomitmen Lestarikan Kawasan Bersejarah Perkotaan

Indonesia memiliki komitmen kuat melestarikan dan mengelola situs dan kawasan bersejarah di wilayah perkotaan, kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh.

"Pertemuan ASEM yang kelima di Indonesia menunjukkan komitmen kuat negeri ini dalam upaya pelestarian dan pengelolaan situs dan kawasan bersejarah di wilayah perkotaan," katanya pada "The 5th ASEM Culture Ministers Meeting" di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia forum itu diselenggarakan berangkat dari kepedulian terhadap pengaruh globalisasi, modernisasi, dan lonjakan populasi di wilayah perkotaan yang secara perlahan tetapi ekstensif.

"Hal itu telah mengubah fungsi lahan dan keberadaan situs dan kawasan bersejarah di perkotaan," ucapnya.

Ia mengatakan pelestarian situs dan kawasan peninggalan bersejarah menjadi salah satu langkah strategis untuk membawa ke depan identitas bangsa melalui keunikan monumen, situs, kebudayaan, dan lansekap perkotaan.

UNESCO telah mendaftar lebih dari 200 situs sebagai Warisan Budaya Dunia, dan kawasan perkotaan termasuk dalam salah satu kategori warisan budaya tersebut.

"Jika kita saat ini di Yogyakarta sesungguhnya berada pada lokasi yang yang sangat strategis, karena berada dekat dengan dua situs warisan budaya dunia, yakni Candi Borobudur dan Situs Purbakala Sangiran," tuturnya.

Pertemuan itu, kata dia, diharapkan akan dapat merumuskan langkah-langkah konkret implementasi prinsip-prinsip pelestarian berkelanjutan terhadap situs dan kawasan bersejarah perkotaan dan lingkungannya.

Menurut dia payung kebijakan yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan kota-kota bersejarah di antara negara-negara mitra ASEM antara lain implementasi konsep pelestarian kota bersejarah dengan merumuskan jaringan kerja yang sinergis antarsemua pemangku kepentingan.

Selanjutnya pelestarian aspek benda dan tak-benda dari kota-kota bersejarah untuk mendukung nilai otentisitas dan integritas situs dan kawasan bersejarah dalam lansekap perkotaan.

Hal itu akan sangat berguna bagi perumusan dan perencanaan kebijakan yang terintegrasi terkait dengan pengelolaan kota bersejarah secara menyeluruh, termasuk kebijakan pengelolaan kebencanaan dan tanggap darurat bencana serta pemulihan kota-kota bersejarah.

Selain itu, pengembangan kerja sama untuk membangun jaringan kerja di antara negara-negara mitra ASEM untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman dan kemampuan dalam pengembangan ekonomi kreatif dalam pengelolaan kota bersejarah yang berkelanjutan dengan pelibatan komunitas.

"Eksplorasi potensi penelitian dan pengelolaan kota-kota bersejarah juga perlu dilakukan untuk meningkatkan kerja sama dan saling pemahaman lintas budaya," ujar Nuh.

sumber : Yahoo news

{ 0 komentar }

Poskan Komentar