iPhone, Ponsel Pintar dengan Untung 4 Kali Lipat

Saat dirilis akhir tahun lalu di Inggris, iPhone 4S dibanderol 499 euro. Surat kabar Daily Mail penasaran berapa perkiraan ongkos produksi peranti digital bikinan Apple tersebut. Mereka menyewa sebuah pakar teknologi komunikasi untuk membedah ponsel pintar tersebut. Simpulannya, mereka menemukan bahwa ongkos produksinya jauh lebih murah, hanya 112,89 euro (Rp 1,4 juta).

Meski iPhone dikenal sebagai ponsel prestisius, Daily Mail menyebut tak semua komponen perakit iPhone mahal. Beberapa di antaranya masih terbilang murah. Misalnya sensor dan user interface dihargai 4,28 euro, konektor utama 4,49 euro, plus teknologi untuk USB dan earphone hanya 4,37 euro. Bahkan batrenya saja hanya berbanderol 3,68 euro.

Beberapa komponen yang dianggap mahal pun harganya tak lebih dari 25 euro. Misal untuk menerapkan teknologi layar sentuh di ponsel pintarnya, Apple harus merogoh kocek 23,09 euro. Teknologi mekanik dan elektromekanik (memori, software, prosesor) iPhone 4S menyedot biaya 20,6 euro. Untuk antena nirkabel (konektivitas) menyedot 18,75 euro, flash memory (media penyimpan file) 11,98 euro, dan kamera 10,98 euro.

Berdasarkan komponen-komponen tersebut, bila ditambah dengan ongkos perakitan sebesar 4,99 Euro, harga produksinya masih empat kali lipat di bawah harga jualnya. Daily Mail dalam paparannya mengajak para pembaca untuk teliti sebelum membeli, sebab di balik harga jualnya yang spektakuler, beberapa komponen masih terdapat beberapa kelemahan.

Simak misalnya baterai iPhone 4S yang boros. Para penggunanya kerap dibuat kesal. Dalam artikelnya Daily Mail berkomentar usil, "Ingat, kan harganya cuma 3,68 Euro (Rp 45 ribu)."

Menyempurnakan iPhone 4S, akhirnya Apple pada 12 September kemarin merilis iPhone 5. Ponsel pintar itu mengalami beberapa modifikasi di peranti keras dan lunak dari sang pendahulu. Di Singapura, Apple sudah merilis akan menjual produk terbarunya itu seharga 599 euro (Rp 7,4 juta). Pengembangan dilakukan dengan mempercanggih peranti lunak, prosesor, sistem operasi, kecepatan berpikir sang ponsel pintar.

Kabarnya, untuk memaksimalkan sistem operasi iOS 6 yang akan dipakai di seri terbaru ini, Apple akan menggunakan prosesor A6 yang diklaim dua kali lebih cepat daripada prosesor A5 yang ditanam di iPhone 4S.

Satu lagi faktor yang diperkirakan membuat harga jual melejit adalah melebarnya dimensi layar iPhone 5. Dibanding pendahulunya, iPhone 5 lebih lebar 5 inci. Ponsel pintar ini juga kini menggunakan teknologi Gorrila Glass yang tahan banting.

Karena baru akan dipasarkan seminggu mendatang, belum ada pihak yang membongkar ongkos produksi iPhone 5. Namun beberapa pihak memprediksi harga jualnya jauh lebih tinggi dibanding ongkos produksinya. Bukan tak mungkin, Apple akan kembali meraup untung tiga ratus persen seperti yang mereka terapkan ketika menjual iPhone 4S.


sumber : Yahoo news

{ 0 komentar }

Poskan Komentar